MAKANAN HASIL
FERMENTASI KHAS INDONESIA
“TEMPOYAK”
“TEMPOYAK”
Diajukan untuk memenuhi salah satu
tugas praktikum Bioteknologi yang diberikan oleh Bapak Ramadhani Eka Putra,
P.hd
Oleh
:
Kelompok
9
v Novia Isnaeni Muslimah
v Rosita Dewi Noviyanti
v Rosmayanti Kuraesin
v Ulfanuri Fajri Muharromi
v Wanty Indriyani
v Yudi Suryadi
Kelas
: B

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Fermentasi
adalah proses produksi energi dalam sel
dalam keadaan anaerobik
(tanpa oksigen).
Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik,
akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi
sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa
akseptor elektron eksternal. Durian
adalah nama tumbuhan
tropis yang
berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa
dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan
berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan
populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan
durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya,
sebagian yang lain muak dengan aromanya. Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi.
Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk teman nasi. Tempoyak juga
dapat dimakan langsung (hal ini jarang sekali dilakukan, karena banyak yang
tidak tahan dengan keasaman
dan aroma dari tempoyak itu sendiri). Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan. Tempoyak
dikenal di Indonesia (terutama di Palembang Sumatera dan Kalimantan),
serta Malaysia.
Menurut Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan sehari hari penduduk
Terengganu. Saat Abdullah bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke
daerah Terengganu, Jambi (sekitar tahun 1836), ia mengatakan bahwa salah
satu makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Berdasarkan sejarah
yang ada dalam Hikayat Abdullah, meskipun populer dan menjadi makanan
sehari hari masyarakat Trengganu ternyata tempoyak bukan merupakan makanan asli
jambi namun tempoyak merupakan makanan khas dari Malaysia.
Tempoyak
biasanya dibuat secara fermantasi tradisional tanpa penambahan inokulum. Daging
buah durian ditambah garam dan difermentasi didalam wadah tetutup selama tujuh
hari. Selama fermentasi durian, tekstur durian berubah jadi semipadat disetai
dengan aroma asam yang kuat. Keasamannya berkaitan dengan asm laktat. (Yuliana
2004 dalam neti yuliana )
1.2 Rumusan Masalah
Ø Apa
yang dimaksud dengan tempoyak
Ø Bagaimana
sejarah tempoyak
Ø Bagaimanakah
cara pembuatan tempoyak
Ø Bakteri
apa saja yang berperan dalam proses pembuatan tempoyak
1.3 Tujuan
Ø Untuk
mengetahui proses fermentasi pada pembuatan tempoyak
Ø Untuk
mengetahui sejarah tempoyak
Ø Untuk
mengetahui cara pembuatan tempoyak
Ø Dan
mengetahui bakteri apa saja yang berperan dalam proses pembuatan tempoyak
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Penjelasan tentang Durian
Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara,
sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit
buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan
populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan
durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya,
sebagian yang lain muak dengan aromanya (Anoni, 2011).
Sesungguhnya, tumbuhan
dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan
dari marga Durio. Namun demikian, yang dimaksud dengan
durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis
durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya,
uraian di bawah ini mengacu kepada D.
zibethinus (Anonim, 2011)
Klasifikasi
Durian:
Kerajaan :Plantae
Durian ini merupakan
salah satu bahan utama yang dapat digunakan untuk membuat tempoyak.
Kegunaan Durian
Durian
terutama dipelihara orang untuk buahnya, yang umumnya dimakan (arilus atau
salut bijinya) dalam keadaan segar. Salut biji ini umumnya manis dan sangat
bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein, dan mineral (Anonim, 2011).
Pada musim raya durian, buah ini dapat dihasilkan dengan
berlimpah, terutama di sentra-sentra produksinya di daerah. Secara tradisional,
daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut lempok), atau
memfermentasikannya menjaditempoyak.
Selanjutnya, tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakan
seperti sambal tempoyak, atau untuk campuran memasak ikan (Anonim, 2011).
Durian pun
kerap diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti gelamai atau jenang.
Terkadang, durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut (ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini, durian
(atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis minuman penyegar lainnya. Bijinya
bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar, atau
dicampurkan dalam kolak durian. Biji durian yang mentah
beracun dan tak dapat dimakan karena mengandung asam lemak siklopropena (cyclopropene). Biji
durian mengandung sekitar 27% amilosa. Kuncup
daun (pucuk), mahkota bunga, dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran (Anonim, 2011).
Beberapa
bagian tumbuhan kadang-kadang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Akarnya
dimanfaatkan sebagai obat demam. Daunnya, dicampur dengan jeringau (Acorus calamus), digunakan
untuk menyembuhkan cantengan (infeksi pada kuku). Kulit buahnya
untuk mengobati ruam pada kulit (sakit kurap) dan susah buang air besar
(sembelit). Kulit buah ini pun biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan
untuk melancarkan haid dan
menggugurkan kandungan. Abu dan air rendaman abu ini juga digunakan sebagai
campuran pewarna tradisional (Anonim, 2011).
Nilai Gizi Durian
Setiap
100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g
protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak
mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor (Anonim, 2011).
2.2
Pengertian Tempoyak
Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi.
Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai laukteman nasi. Tempoyak juga
dapat dimakan langsung (hal ini jarang sekali dilakukan, karena banyak yang
tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri).
Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan. Tempoyak dikenal di Indonesia
(terutama di Palembang Sumatera dan Kalimantan),
serta Malaysia
(Anonim, 2011).
à
Tempoyak yang belum dimasak
Tempoyak adalah bumbu masakan yang berasal dari buah durian yang
difermentasi. Dapat dimakan langsung, menjadi bumbu masakan atau bisa juga
menjadi teman nasi. Di Indonesia, tempoyak ini dijumpai di Sumatera dan
Kalimantan, biasanya di buat oleh orang-orang Melayu dan juga Dayak. Di
Malaysia, tempoyak banyak dijumpai dan biasa menjadi bahan masakan pelengkap
seperti sambal (Anonim, 2010)
2.3 Sejarah Tempoyak
Tempoyak
diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan
sehari-hari penduduk Terengganu. Ketika Abdullah
bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke Terengganu (sekitar tahun 1836), ia mengatakan bahwa salah satu makanan
kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Berdasarkan sejarah yang ada dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan
makanan khas dari Malaysia (Anonim, 2011).
2.4 Cara Pembuatan
Menurut Borneo (2010), menyatakan bahwa cara pembuatan
tempoyak dari bahan utama durian adalah sebagai berikut :
·
Siapkan daging durian bisa durian lokal atau
bisa juga menggunakan durian monthong namun kurang bagus karena terlalu banyak
gas dan air.
·
Pilih durian yang sudah masak benar, biasanya
yang sudah nampak berair.
·
Pisahkan daging dari biji. Beri garam sedikit.
Bisa ditambah cabe rawit yang bisa mempercepat proses fermentasi. Namun proses
fermentasi tidak bisa terlalu lama karena akan mempengaruhi rasa akhir.
·
Simpan dalam tempat yang tertutup rapat.
Usahakan disimpan dalam suhu ruangan. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas
(bukan freezernya) namun fermentasi akan berjalan lebih lambat.
·
Tempoyak yang berumur 3-5 hari cocok untuk
dibuat sambal karena sudah masam namun masih ada rasa manis di sana.
2.5 Fermentasi pada Proses Pembuatan
Tempoyak
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentukrespirasi
anaerobik, akan
tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi
sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor
elektron eksternal (Anonim, 2011).
Tempoyak adalah makanan fermentasi yang berasal dari
durian. Tempoyak dibuat dengan melakukan penambahan garam saat proses
pembuatan. Pada prinsinya, penambahan garam memicu terjadinya pembentukan asam
organik. Daging buah durian yang disiapkan sebagai bahan pembuatan tempoyak,
diberi penambahan garam sebanyak 5%(w/w) dan di inkubasi selama kurang lebih
lima belas hari.
Selama inkubasi berlangsung, terjadi suksesi berbagai
jenis mikroorganisme. Jenis mikroorganisme yang diketahui mengoloni antara lain
bakteri asam laktat, khamir, dan jamur. Berdasarkan penelitian yang pernah
dilakukan, jenis bakteri asam laktat yang mengolonisasi tempoyak adalah Lactobacillus
casei sub sp. rhamnosus yang bersifat fakultatif heterofermentatif
dan Lactobacillus fersantum yang bersifat heterofermentatif. (Rahayu,
2005).
Bakteri yang terlibat dalam proses fermentasi akan
memproduksi beberapa jenis asam organik. Menurut Ekowati (1998) asam-asam
organik yang terbentuk meliputi asam butirat 7,3% untuk substrat daging buah
kuning dan 6,2% untuk substrat daging buah putih, asam laktat 1,6% (daging buah
putih) dan 1,7% (daging buah kuning). Kadar asam asetat 0,34% untuk daging buah
putih dan 0,27% untuk daging buah kuning, serta kadar asam malat dan sitrat
kurang dari 0,01%. Sejauh ini belum ada informasi tentang kemampuan pembentukan
asam organik baik jumlah dan jenisnya oleh masing-masing isolat bakteri asam
laktat Lactobacillus casei (B1) dan Lactobacillus fersantum (B2)
dari tempoyak pada media daging buah durian.
Ada beberapa
variabel yang dapat digunakan dalam menganalisis proses fermentasi tempoyak
ini. Variabel yang dapat digunakan antara lain menganalisis jenis asam dan
konsentrasi yang dihasilkan, dan perubahan pH subtrat. Penentuan jenis dan
konsentrasi asam organik yang dihasilkan dapat dilakukan menggunakan metode
HPLC. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, asam organik berbeda yang
dihasilkan dapat diperoleh dalam konsentrasi yang besar saat waktu tertentu.
Asam organik dalam konsentrasi yang cukup banyak ini dihasilkan ketika bakteri
berda pada fase logaritmik. Menurut Buckle (1987) pada fase logaritmik sel-sel
bakteri akan tumbuh dan membelah diri secara eksponensial sampai jumlah
maksimum dan dapat dibantu oleh faktor lingkungan seperti pH, media tumbuh,
nutrisi, tempratur, dan kelembapan udara .
Dalam
konsorsium mikroorganisme yang terlibat proses fermentasi, keterlibatan banyak
jenis bakteri asam laktat dapat menyebabkan adanya perbedaan pola pembentukan
asam. Hal ini disebabkan karena secara fisiologis, isolat bakteri asam laktat
tersebut memiliki jalur fermentasi yang berbeda. Isolat yang bersifat
heterofermentatif akan memproduksi asam yang lebih sedikit dibandingkan dengan
bakteri yang bersifat fakultatif heterofermentatif. Bakteri asam laktat
heterofermentatif mampu menghasilkan enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase dan
enzim 6-fosfoglukonat dehidrogenase, sedangkan bakteri asam laktat fakultatif
heterofermentatif menghasilkan enzim-enzim fruktosa difosfat aldolase selain
kedua enzim yang terdapat pada heterofermentatif. Perubahan pH selama proses fermentasi terjadi
karena asam yang dihasilkan. pH optimum untuk pertumbuhan bakteri asam laktat
adalah 3-8 (Djakffar, dkk. 1996)
BAB III
KESIMPULAN
Ø Daging
buah durian diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut lempok), atau
memfermentasikannya menjadi tempoyak.
Ø Tempoyak
yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakan seperti sambal tempoyak,
atau untuk campuran memasak ikan.
Ø Fermentasi
daging durian dipengaruhi oleh adanya bakteri asam laktat.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. Masakan
lezat berbahan durian. Available from URL : http://www.smallcrab.com/jengkol/233-tempoyak-masakan-lezat-berbahan-durian-diakses-27-11-2011http://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi-diakses-27-11-2011
Anonim, 2011. Tempoyak. Available from URL :
http://id.wikipedia.org/wiki/Tempoyak-diakses-27-11-2011
Borneo, 2010. Sambal tempoyak durian. Available from URL : http://www.vivaborneo.com/sambal-tempoyak-durian-yang-telah-difermentasi.htm-diakses-27-11-2011
Buckle, KA, RA Edwards, GH Fleet dan M.
Wootton. 1987. Ilmu Pangan. UI- Press, Jakarta.
Djaafar, TF, ES Rahayu, D Wibowo dan S
Sudarmadji. 1996. Substansi Antimikrobia Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi
dari Makanan Hasil Fermentasi Tradisional Indonesia. J.Pert Indo 6 (1), 15-21
Ekowati, ChN. 1998. Suksesi Mikroba dan Pembentukan Asam Organik
pada Fermentasi Buah Durian (Durio Zibethinus Murr.). Thesis Program Pasca Sarjana. Universitas Gajah
Mada, Yogyakarta.
Kartika, WS. 2000. Pertumbuhan Isolat Bakteri
Asam Laktat pada Media Ekstrak Daging Buah Durian (Durio zibethinus Murr.).
Skripsi FMIPA. Universitas Lampung,
Bandar Lampung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar